INTELIJEN INDONESIA » intel oh intel...... <br> Disclaimer Notice: All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations.

Sunday, June 25, 2017

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Labels: ,


Read more!

Monday, June 12, 2017

Tentang analisabaladacintarizieq.blogspot.com


Tampilan Blog analisabaladacintarizieq.com sebelum dihapus pemiliknya

Blog I-I akan berkomentar singkat tentang Blog yang menghebohkan tersebut diatas dengan merujuk kepada fakta-fakta berupa data-data dari analisabaladacintarizieq.blogspot.com (mengaku orang awam tanpa nama) dan bantahan resmi dari Polisi, bantahan dari BIN, serta bantahan dari tertuduh Sdr. Irfan Miftach (IM).

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Saturday, June 10, 2017

Radikalisasi: Sebuah Pengalaman Pribadi

Pengantar Blog I-I: Artikel berikut ini adalah komentar Sdr. Bunglon Hitam terhadap artikel ISIS: Sebuah Perspektif Obyektif. Komentar Sdr. Bunglon Hitam bila dipublikasikan sebagai komentar mungkin akan terlewat oleh sahabat Blog I-I yang hanya membaca bagian artikel-artikel Blog I-I, oleh karena itu ada baiknya diangkat sebagai artikel yang semoga bermanfaat bagi kita semua dalam memahami fenomena radikalisasi khususnya di Indonesia. Blog I-I hanya menambahkan judul yang semoga dapat mencerminkan isi dari tulisan Sdr. Bunglon Hitam.  Selamat membaca.... 




Radikalisasi: Sebuah Pengalaman Pribadi

oleh: Bunglon Hitam

Ijinkan saya untuk sedikit menuangkan pengalaman tentang gerakan Islam. Saya sudah cukup lama ikut gerakan-gerakan pengajian, sudah sejak saya masih SMA. Dari mengikuti berbagai macam gerakan tersebut, saya bisa melihat mana-mana saja subjek yang radikal, berpotensi radikal, konservatif, hingga moderat. Saya sendiri adalah salah satu orang yang berpotensi radikal, dulunya. Saya seringkali tak segan bicara soal hukum pancung (qishash), hukum potong tangan, dan hukum-hukum fisik lainnya di depan teman-teman saya yang bahkan masih awam dengan Islam.

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Sunday, June 04, 2017

I S I S: Sebuah Perspektif Obyektif

Seorang anggota ISIS membawa bendera ISIS (Sumber: Before It's News)

Kita sering mendengar kata ISIS, membaca berita tentang ISIS, menonton berita TV terkait ISIS, namun bagaimana sebenarnya kita memahami ISIS?

Pemahaman yang tepat ISIS bukan saja penting untuk mencegah menguatnya simpatisan ISIS menjadi kekuatan nyata yang besar di Indonesia, melainkan juga untuk menurunkan sikap saling curiga dan ketegangan yang dipicu oleh perpecahan masyarakat dalam pilkada Jakarta serta dinamika konflik berdasarkan agama yang masih akan terasa sampai beberapa tahun ke depan khususnya menjelang memanasnya suhu politik di tahun 2019.

Apakah ISIS?

Read more »

Labels: , , , , , , , , , , , , , ,


Read more!

Friday, June 02, 2017

Belajar Intelijen: Deteksi Aliran Radikal

Sumber gambar : Saudi Gazette

Kita sering mendengar, melihat, dan membaca berita tentang aliran radikal, baik yang berdasarkan agama maupun ideologi tertentu di media massa elektronik dan cetak. Kita juga sering mendengar terjadinya radikalisasi yang kemudian mengarah pada aksi-aksi terorisme. Apapun sebutannya, kelompok radikal, kelompok garis keras, ataupun kelompok teroris, hanya satu kesamaannya yakni pada aspek "pemaksaan kehendak" yang diiringi oleh kekerasan. Meskipun cita-cita kelompok radikal mungkin sesuatu yang ideal berdasarkan keyakinan kelompok tersebut, namun ketika cara mewujudkannya dengan menggunakan pemaksaan dan aksi kekerasan, maka sah dapat dikatakan kelompok tersebut radikal. Lalu bagaimana kita masyarakat biasa dapat mendeteksinya?

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

BG: Saya Indonesia Saya Pancasila


Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan

Sumber: MNOL

Jakarta – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dalam rangka memperingati Hari Pancasila 1 Juni 2017 ini mengutarakan pandangannya tentang urgensi nilai moral Pancasila untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. “1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila yang merupakan tonggak penting perjalanan bangsa dan negara kita dimana seluruh elemen masyarakat secara bersama menyepakati Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Dasar Negara,” ujar BG sapaan akrabnya di Jakarta (1/6).
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Wednesday, May 31, 2017

Momentum Bom Kampung Melayu

Presiden Jokowi dan Wapres JK Meninjau Lokasi Bom Kampung Melayu (sumber: Pasukan Lokagandasasmita)


Bom sederhana berkekuatan kecil yang mengakibatkan gugurnya tiga orang Polisi dan dua orang pelaku bom bunuh diri serta belasan lainnya luka-luka (baca: kompas) mengundang sejumlah spekulasi baik yang berdasarkan pada fakta-fakta temuan, teori, maupun analisa intelijen. Salah satu peringatan penting yang perlu kita perhatikan adalah sebagaimana disampaikan Kepala BIN Budi Gunawan: Jangan Biarkan Indonesia seperti Irak dan Suriah. Analisa yang menyimpulkan bahwa bom Kampung Melayu adalah bagian dari strategi ISIS masih terlalu prematur, walaupun berdasarkan fakta pelaku bom bunuh diri Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam alias Iwan Cibangkong yang terdeteksi merupakan bagian dari Kelompok JAD (Jamaah Ansarud Daulah) Wilayah Bandung. JAD sejak ramai dinyatakan terbentuk pada tahun 2015 merupakan entitas pendukung berdirinya Daulah Islamiyah di Indonesia, yang dalam berbagai kabar JAD menyatakan atau dinyatakan sebagai pendukung ISIS di Irak dan Suriah.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Wednesday, May 24, 2017

Antara Manchester Arena dan Kampung Melayu: Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Senin 22 Mei 2017 serangan bom bunuh diri terjadi di Manchester Arena tempat dimana Ariana Grande beraksi dalam konser musiknya. Korban tewas mencapai 22 orang dan sekitar 120 orang luka-luka, tidak lama kemudian polisi Inggris melakukan serangkaian penangkapan terhadap orang-orang yang diduga tahu atau merupakan bagian dari jaringan teroris (baca: Manchester Evening News). Rabu 24 Mei 2017 serangan bom bunuh terjadi di kawasan terminal Kampung Melayu yang menewaskan 5 orang yakni 3 orang polisi dan 2 orang terduga pelaku bom bunuh diri serta belasan orang luka-luka (baca: BBC Indonesia).

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari dua peristiwa yang berjauhan lokasinya namun berdekatan waktu serangannya serta kesamaan modus bom bunuh diri tersebut?
Read more »

Labels: , , , , , , , ,


Read more!

Monday, May 22, 2017

Selamat Ulang Tahun BIN ke-71

71 tahun bukan usia yang muda 
71 tahun berkarya di bidang intelijen
71 tahun antara ada dan tiada
71 tahun senyap kerja intelijen

Lebih banyak caci maki dari pada pujian kepada intelijen
Lebih banyak curiga dari pada penghargaan terhadap intelijen
Namun semakin banyak harapan di pundak intelijen
Walau sedikit yang mengerti kesulitan intelijen

71 tahun beroperasi jaga kedaulatan negara bela rakyat
71 tahun menganalisa ancaman cegah marabahaya
71 tahun berbenah diri penuhi harapan rakyat
71 tahun terus berkarya hilangkan bahaya

Tidak dikenal bukan berarti tidak ada
Meski ada hal itu belum tentu wujudnya
Intelijen dimanakah engkau berada
Dicintai walau tiada jelas apa wujudnya

Intel berhasil rakyat merasa biasa
Intel gagal bencana segera terasa
Intel giat bekerja adalah biasa
Intel tidur rakyat binasa  


Dirgahayu Badan Intelijen Negara ke-71 (7 Mei 2017)
Semoga tercapai Intelijen yang Profesional Obyektif dan Berintegritas
Salam Intelijen
Velox et Exactus

Komunitas Blog Intelijen Indonesia
Dharma Bhakti

Labels: , , ,


Read more!

Benarkah BIN Anti Islam?

Kontroversi Surat Edaran BIN (sumber dari Internet)

Tidak lama setelah BIN mengembangkan propaganda dukungan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), BIN kembali menjadi sorotan berita karena bocornya Surat Edaran Larangan Berjenggot dan Memakai Celana Cingkrang bagi pegawai BIN yang kemudian diklarifikasi dua kali yakni pertama oleh Deputi Komunikasi dan Informasi BIN yang membenarkan SE larangan berjenggot dan kedua oleh Sestama BIN yang membantah SE larangan berjenggot tersebut.

Sungguh aneh bin ajaib, bagi organisasi intelijen yang akan memasuki usia ke 71 tahun bahwa kebocoran informasi telah berulangkali terjadi. Meskipun Blog I-I selalu memperoleh kebocoran-kebocoran tersebut, namun demi menjaga kehormatan BIN, Blog I-I hanya mengangkat kebocoran yang telah menjadi pembicaraan publik di media massa sebagaimana larangan berjenggot tersebut. Sengaja Blog I-I mengangkat artikel ini setelah perdebatan di media mereda sebagai bahan pelajaran semata.
Read more »

Labels: , , ,


Read more!

Monday, May 15, 2017

Tentang WannaCry Ransomware



Terkait serangan cyber WannaCry Ransomware yang menimpa sekitar 150 negara, pertama-tama Blog I-I menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mendukung penjelasan Kepala BIN tentang serangan tersebut. Baik tentang perlunya peningkatan kemampuan sistem pengamanan informasi, tentang melemahkan negara, maupun berbagai analisa terkait kasus tersebut lainnya (baca: Kepala BIN soal Serangan Ransomware WannaCry, Imbauan BIN soal Serangan Ransomware, dan berbagai pemberitaan terkait lainnya).

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Saturday, May 13, 2017

Memecah Belah Persatuan Indonesia: Sebuah Skenario Jahat



Strategi Divide et Impera - Divide and Rule - Divide and Conquer yang konon pertama kali dikembangkan oleh Philip dari Macedonia sangat sukses diterapkan oleh Kerajaan Hindia Belanda ketika menaklukan kerajaan-kerajaan di Nusantara yang sekarang bersatu menjadi Republik Indonesia. Banyak perdebatan tentang berapa lama sesungguhnya kekuatan politik dan sosial di seluruh Kepulauan Nusantara berada didalam genggaman Belanda, rakyat Nusantara diperas, dieksploitasi, diperkosa, dibunuhi, dan hidup dalam kehinaan, kemiskinan dan dibayangi kematian dari hari ke hari. Artikel hari ini mencoba melihat kembali bagaimana sebuah strategi memecah-belah konsentrasi kekuatan yang besar Nusantara ke dalam kekuatan-kekuatan kecil yang lebih mudah dkendalikan/dikontrol penjajah tersebut sangat mungkin untuk terjadi kembali di bumi tercinta Indonesia.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Indonesia Siapa Punya?

Oleh: DR. H. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)
Sumber: Publika online 27 November 2016

Siapa sesungguhnya pemilik Indonesia? Di negeri ini, tentu tak satu pihak mana pun berhak menepuk dada sebagai paling berdarah Merah Putih. Mengklaim diri sebagai pewaris dan penjaga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945. Indonesia milik semua untuk semua.

Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Thursday, May 11, 2017

Belajar intelijen: Berita Bohong (Fake News)



(Sumber ilustrasi dari search di google image)


Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini anda semua akan mudah mendapatkan bahan pelajaran intelijen yang di masa lalu sangat rahasia dan hampir tidak mungkin diakses atau dipelajari masyarakat umum. Salah satu teknik intelijen kuno yang saat ini marak terjadi di Indonesia adalah penyebaran berita bohong atau fake news atau hoax yang cukup merepotkan bukan saja aparat keamanan dan negara, namun juga meresahkan masyarakat karena menciptakan kebingungan dan mengiring masyarakat untuk berpikir atau berprasangka secara keliru terhadap suatu keadaan, terhadap suatu masalah ataupun terhadap seseorang atau kelompok orang.


Artikel ini semoga dapat membuka mata dan telinga kita semua warga bangsa Indonesia utuk senantiasa waspada terhadap berbagai bentuk berita bohong yang dapat menyebabkan kita berkonflik, terpecah-belah atau berada dalam keadaan yang tidak nyaman. Sumber analisa ini adalah pelatihan khusus CIA yang pernah kami terima puluhan tahun silam.
Read more »

Labels: , , , , , ,


Read more!

Wednesday, May 10, 2017

BIN Celometan? Blog I-I Celometan?

Ketika saya dan beberapa jaring Blog I-I masih menjadi kadet calon agen puluhan tahun silam, ada satu prinsip dasar intelijen yang selalu diingatkan oleh instruktur guru intel yakni "jangan celometan" atau banyak bicara tentang pekerjaan, identitas, maupun tentang posisi/sikap tentang suatu dinamika sosial maupun politik. Kemudian hal itu juga kami terima dari pelatihan dengan CIA dan Mossad, dimana prinsip need to know adalah kunci sukses sebuah operasi. Yakni dengan memahami sensitivitas dan dampak dari suatu informasi yang diketahui oleh banyak orang. Bahkan untuk propaganda penciptaan opini yang memerlukan penyampaian informasi secara tepat dan efektif, intel tidak pernah melakukan propaganda atas namanya sendiri apalagi atas nama lembaga intel.
Read more »

Labels: , , , ,


Read more!

Monday, May 08, 2017

Info singkat tentang darimana saja pengunjung Blog I-I

Memenuhi rasa penasaran sejumlah pembaca Blog I-I yang ingin mengetahui darimana saja pengunjung dan pembaca setia Blog I-I, daftar berikut ini dapat memperlihatkan urutan lokasi pengunjung Blog I-I dari yang terbanyak sampai peringkat ke 10. Mohon ma'af untuk statistik detail sejak awal Blog I-I lahir tidak ada karena fasilitas counter blogger pakai yang gratis dan hit counter pengunjung juga gratisan dengan kapasitas yang sangat sedikit dibandingkan dengan jutaan pengunjung Blog I-I.
  1. United States
  2. Indonesia
  3. Singapore
  4. Germany
  5. Malaysia
  6. France
  7. Netherlands
  8. Russia
  9. South Korea
  10. India 
Sebelum Pemerintahan Jokowi-JK memblokir Blog I-I, kunjungan terbesar adalah dari Indonesia, sedangkan AS nomor dua dan selanjutnya diikuti oleh Singapura dst. Biasanya Blog I-I juga banyak dikunjungi dari negara-negara dimana banyak warga Indonesia karena wajar Blog I-I menggunakan bahasa Indonesia. Ketika Blog I-I mengangkat isu Palestina dan Israel, maka kunjungan dari Israel juga meningkat pesat mencapai 5 besar. Artinya Blog I-I disadari atau tidak menjadi bacaan rutin pihak asing yang berkepentingan terhadap Indonesia. Semoga langkah Blog I-I tidak keliru dan mohon kepada jaringan, sahabat dan pembaca setia Blog I-I untuk tidak bosan-bosanya memberikan peringatan bila Blog I-I kebablasan.

Labels: , ,


Read more!

Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)


Sebuah kebijakan anti-demokrasi yakni memberangus kebebasan berkumpul, berorganisasi, dan bependapat akhirnya ditempuh Pemerintahan Jokowi. Korban pertama adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebuah ormas Islam yang masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Dalam perkembangannya pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir tersebut merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan (sumber: HTI). HTI yang terdaftar di KemenkumHAM dengan status sebagai badan hukum “perkumpulan” NO: AHU-00282.60.10.2014 merupakan korban dari kegeraman politik karena kekalahan partai politik penguasa yang menjadi sangat khawatir dengan pilpres 2019 yang telah diramalkan Blog I-I akan menjadi sejarah kekelahan telak Presiden jokowi bila maju lagi.

Read more »

Labels: , , , , , , , , , ,


Read more!

Thursday, April 27, 2017

Tentang Propaganda Intoleransi


(sumber ilustrasi: jaminology.com)

Pada 2 Februari 2017, Blog I-I mempublikasikan artikel berjudul Dinamika Toleransi dan Politik Radikal di Indonesia yang telah sedikit membahas masalah intoleransi yang oleh sebagian kalangan dikembangkan untuk menekan kebebasan berpendapat berdasarkan keyakinan agama, khususnya agama Islam. Ketika pada 11 Oktober 2016 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang merupakan pendapat dan sikap keagamaan tentang pernyataan Sdr. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, maka serta merta tuduhan keji ditujukan kepada MUI dengan berbagai nada yang  mendiskreditkan, salah satunya adalah tuduhan mengembangkan intoleransi dan berpotensi meningkatkan intoleransi umat Islam. Padahal pendapat dan sikap keagamaan dasarnya adalah Al Quran, Hadist, dan pendapat para ulama yang merupakan ahlinya dalam bidang agama, artinya jauh dari persoalan politik apalagi niatan bersikap intoleran.
Read more »

Labels: , , , , , , ,


Read more!

Tuesday, April 25, 2017

Penghinaan Baru dan Arogansi Pledoi Ahok

Sejak awal kasus penistaan agama menimpa Ahok, Blog I-I menantikan munculnya kesadaran pada diri Ahok untuk memahami pentingnya kerendahan hati dan sikap yang saling menghargai sesama anak bangsa Indonesia, serta yang tidak kalah pentingnya adalah rasa terima kasih kepada pemerintah Jokowi yang telah membelanya habis-habisan sampai Jaksa Penuntut Umum harus menuliskan tuntutan yang sangat ringan. Namun hal itu tak kunjung mewujud bahkan sampai penyampaian pledoi Ahok justru semakin menegaskan betapa angkuhnya Ahok dalam merendahkan umat Islam Indonesia. Berikut ini analisa Blog I-I terhadap pledoi Ahok.

Mohon ma'af sebelumnya, analisa Blog I-I ini tidak dimaksudkan untuk memojokkan Ahok, melainkan lebih sebagai bahan pembelajaran memahami dinamika kasus penistaan agama yang sangat sederhana namun menjadi melebar kemana-mana dan telah melahirkan potensi konflik, revolusi dan kebencian antar sesama anak bangsa. Kepada Ahok, kepada kelompok anti Ahok, dan kepada kelompok pro Ahok, dan kepada pemerintah dan intelijen resmi, bacalah secara teliti seluruh analisa Blog I-I tanpa dipotong-potong.

Read more »

Labels: , , , , ,


Read more!

Sunday, April 23, 2017

Klarifikasi Soleman Ponto tentang Propaganda Allan Nairn


 
Allan Nairn dan Soleman Ponto

Old soldiers never die, intelligence never retire, hari ini Blog I-I menerima informasi dari jaring Blog I-I yang dekat dengan mantan Kepala BAIS, Laksda TNI AL (Purn) Soleman B. Ponto yang merupakan klarifikasi sahabat Ponto tentang propaganda ngarang bebas dari Allan Nairn. Untuk lebih jelasnya silahkan baca sumber berita yang telah mempublikasi penjelasan sahabat Ponto berikut ini: Twitter Soleman B Ponto, Klarifikasi Soleman Ponto dan Penjelasan Soleman Ponto. Sebagai media untuk belajar tentang hal-hal strategis dan intelijen, Blog I-I ingin memaparkan bagaimana Allan Nairn melakukan pemelintiran informasi melengkapi artikel sebelumnya Tentang Propaganda Allan Nairn. Mari kita simak dan pelajari bersama!


Read more »

Labels: , , , , , , , , , , ,


Read more!

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank